novel jurnal jo - ken terate
josephine wilisgiri, seorang anak berumur 12 tahun yang baru masuk SMP dan memulai masa remajanya. tapi dia bener-bener ga mau jadi remaja! dia rinduuuu banget sama masa SD-nya. apalagi sahabat deketnya, Sally, mulai ngejauhin jo karena nganggep jo itu kekanak-kanakkan banget. Sally malah gabung dengan geng elite, geng-nya orang-orang kaya. Sally ga tau kalau ternyata geng itu malah bakal bikin sally kecewa suatu saat nanti.Jo bergabung di klub sastra, klub orang-orang aneh. ternyata jo salah, di klub sastra ga semua orang-orangnya aneh ko! ada Andre, ketua klub sastra yang superganteng! sampai akhirnya, andre nembak Jo! jelas Jo seneng, secara Andre itu cowo idola banget. tapi ternyata Andre nembak Jo karena ada maksud tertentu.
novel ini seru banget, bener-bener novel buat anak SMP seumuran kita. banyak pesan moralnya juga. oya, gue juga dapet ide buat nulis blog semacam ini gara-gara baca novel itu. baguslah pokonya!
Novel Negeri 5 Menara - A. Fuadi
Novel ini menceritakan tentang laki-laki bernama Alif yang sekolah di Pondok Madani. Sebenernya dia ga mau sekolah di situ. Dia pengennya sekolah di SMA dan kuliah di ITB. Tapi, ibunya berharap banget Alif masuk madrasah aliyah. Alif akhirnya ga sekolah madrasah aliyah, dia sekolah di Pondok Madani, Jawa Timur. Jauh banget sama rumahnya di Bukittinggi.Alif kaget. Ternyata Pondok Madani itu peraturannya ketat luar biasa. Peraturannya sedikit, tapi bener-bener ditegakkan. Bahasa selain bahasa Arab dan Inggris haram di sini. Telat 1 menit ke masjid, dapet hukuman. Hukumannya adalah mencari 2 orang siswa yang melakukan pelanggaran dalam waktu 24 jam. Ternyata susah banget nyari siswa yang melanggar peraturan. Tapi Alif yakin, man jadda wa jadda. Siapa bersungguh-sungguh, pasti berhasil. Akhirnya Alif bisa melewati hukuman itu.
Selain itu, jadwal di sini padet banget. Ga ada waktu buat males-malesan. Belajar, ibadah, ngerjain tugas. Kadang-kadang Alif berfikir untuk pulang ke Bukittinggi dan keluar dari Pondok Madani. Tapi keinginan itu selalu ditahannya.
Di PM, setiap minggu ada lomba pidato dengan bahasa Inggris atau bahasa Arab. Pidato di sini ga main-main, semuanya menampilkan yang terbaik. Sampai ngedobrak meja, ngeluarin suara yang menggelegar, pokonya yang terbaik yang mereka bisa. Sampai akhirnya, Alif terpilih buat nampilin pidato saat penyambutan tamu dari luar negri. Hebat.
Guru-guru di sini sangat ikhlas. Mereka ga peduli sama gaji dan bayaran. Bahkan, anak yang ga pernah bayaran pun dibiarin aja, ga pernah ditagih. Mereka ikhlas mengajar karena Allah. Padahal, mereka lulusan dari perguruan tinggi di luar negri. Mereka ingin mewakafkan dirinya untuk mengajar di PM. Salut banget sama mereka.
Ada salah seorang teman Alif yang yatim piatu dan diurus oleh neneknya. 1 semester sebelum kelulusan, neneknya sakit keras. Akhirnya dia keluar dari PM dan mengurus neneknya. Padahal dia itu pinter banget. Sambil ngurus neneknya, dia jadi guru di kampungnya. Cita-citanya pengen hafal Al-quran, karena seorang anak yang hafal Al- quran, maka orang tuanya bakal diberi payung(atau apa gitu) di akhirat. Dia pengen kayak gitu. Dia pengen ngebahagiain orang tuanya. Subhanallah.
Alif sadar, kalau PM bener-bener memberi banyak manfaat. Di betah di PM dan mencintai PM.
Semangat murid-muridnya, ketulusan guru-gurunya, bener-bener bikin kagum. Novel ini menginspirasi banget.